Kakak saya, Emilia Pangalila-Ratulangi PhD yang kini berumur 92 tahun, sekalipun ia sudah bertahun2 berdomisili di negeri Belanda, tetap memperhatikan keadaan ditanah airnya, Sewaktu berapa dekade yang lalu banyak terjadi konflik2 yang bersifat horizontal, beliau selaku seorang Neuroloog/Psychiater mempelajari fenomena ini dan menyusun kertas kerja ini. Ditahun 2002 beliau mempresentasikannya di Manado. (untuk lebih mengenal pribadi beliau silahkan klik disini )

Topsy-turvey Topics

Ceramah KONFLIK HORIZONTAL (2002)

Emilia Pangalila-Ratulangi PhD

E.A. Pangalila-Ratulangie PhD E.A. Pangalila-Ratulangie PhD

Yayasan Indonesia di Pasifik dibulan Agustus 2002 memberikan satu kesempatan bagi Emilia Pangalila-Ratulangi PhD. untuk menyampaikan ceramah tentang KONFLIK HORIZONTAL dengan mengambil judul: “Saat Musuh Bertemu”. Adalah sangat menarik bahwa dalam uraiannya beliau berawal dengan menunjuk kepada filsafah  “Si Tou Timou Tumou Tou” sebagai dasar dalam upaya meredakan perbedaan pendapat yang merupakan penyebab sesuatu konflik horizontal.

seminar2sDisamping itu ada sentuhan kepada gagasan “Desa Perdamaian” di Sulawesi Utara. Kini sekitar 5 tahun kemudian keadaan dunia sedemikian rupa sehingga gagasan ini sangat bagus untuk ditinjau ulang mengingat SULUT kiranya mugkin mendapat kesempatan untuk membantu menciptakan dunia yang damai.

seminar1s

Dibawah ini saya sajikan kopyan dari naskah yang dibacanya pada tanggal 1 Agustus 2002 di Ruang Huyula di kantor Gubernur SULUT, manado, dengan dihadiri oleh sekitar 150 orang pendengar yang kebanyakan terdiri dari kaum terpelajar di Manado.

SAAT MUSUH BERTEMU :

IDENTITAS KELOMPOK…

View original post 3,504 more words